Pemanfaatan IoT dan Big Data dalam kehidupan sehari-hari
Internet of Things (IoT) didefinisikan sebagai interkoneksi melalui Internet perangkat komputasi yang tertanam dalam objek sehari-hari, memungkinkan mereka untuk mengirim dan menerima data dengan mudah dan cepat. IoT membuat seseorang memiliki kendali atas hidup dan hal-hal di dalamnya dengan memberi kemudahan yang lebih besar.
Oleh karena itu, penerapan dan pemanfaatan IoT dan Big Data dalam kehidupan sehari-hari merupakan hal yang sangat penting dan penggunaannya sangat diperlukan di masa kini atau di era serba digital, dimana teknologi sudah semakin maju dan dapat mempermudah pekerjaan manusia. Adanya IoT dan Big Data dapat mempermudah kehidupan manusia, menghemat tenaga, waktu dan biaya, meminimalkan upaya manusia, dan dapat memanajemen waktu dengan lebih baik dan mengurangi rasa khawatir akan kesulitan dalam mencari atau mengakses sesuatu, dan juga membantu kita bekerja dan hidup lebih cerdas yang pada akhirnya memberikan kita kenyaman.
Dampak IoT dalam hidup pun jauh lebih signifikan dari apa yang kita pikirkan. Teknologi ini telah mengubah protokol pertukaran data dan operasi otomatis antar perangkat yang berbeda, sehingga aplikasi IoT dalam kehidupan sehari-hari telah benar-benar merevolusi gaya hidup manusia.
Ada berbagai macam IoT dalam kehidupan sehari-hari baik yang sudah berjalan maupun masih dalam tahap pengembangan dan perencanaan. Adapun contoh dari teknologi berbasis jaringan sebagai berikut :
1. Video Conferencing
Sistem yang memungkinkan pengguna yang berada pada lokasi yang berbeda untuk mengadakan pertemuan tatap muka tanpa harus pindah ke satu lokasi yang sama.
Ø Kelebihan
a. Menghemat biaya dan waktu.
b. Sebagai pengganti rapat atau metode belajar yang tidak bisa dilakukan secara langsung di keadaan tertentu.
c. Dapat mengetahui ekspresi dan mimik wajah seseorang walaupun belum pernah bertemu.
Ø Kekurangan
a. Sangat bergantung pada jaringan internet yang ada.
b. Dan harus memiliki laptop, hp atau komputer yang keadaannya cukup sehat atau bagus.
2. E-learning
Sistem pendidikan yang dilakukan dengan jarak yang relatif jauh. Selain itu, sistem ini juga membutuhkan jaringan internet maupun intranet.
Ø Kelebihan
a. Dapat diakses dengan mudah.
b. Biaya lebih terjangkau.
c. Waktu belajar yang fleksibel dan wawasan menjadi luas.
Ø Kekurangan
a. Keterbatasan akses internet.
b. Berkurangnya interaksi dengan pengajar.
c. Pemahaman terhadap materi berbeda-beda, tergantung pada kemampuan penggunanya.
3. E-Tilang
Sistem tilang elektronik yang diterapkan oleh pihak kepolisian memungkinkan data terkait pelanggar lalu lintas tidak harus diperoleh dengan mendatangi server data kamera pemantau dengan begitu polisi dapat mengidentifikasi pelaku secara langsung.
Ø Kelebihan
a. Memudahkan data pelanggar yang akan dicatat secara elektronik, dan akan mempersingkat waktu tilang.
b. Untuk pembayaran tilang bisa dipermudah dengan menggunakan saluran perbankan, artinya bisa dibayar di ATM manapun untuk dendanya.
Ø Kekurangan
a. Kurangnya keakuratan kamera E-Tilang saat menangkap gambar.
4. Global Position System (GPS)
Teknologi sistem navigasi satelit ini dapat membantu kita untuk mengetahui posisi kita maupun orang lain hanya dengan sebuah alat yang dapat menerima sinyal navigasi satelit. Sebagai mahasiswa perantau saya sangat terbantu sekali dengan adanya sistem GPS, saya bisa mengenali kawasan sekitar dengan mudah seperti mencari lokasi untuk makan, mencari toko untuk kebutuhan tugas kuliah, menyusuri lokasi wisata setempat dan lainnya.
Ø Kelebihan
a. Proses navigasi kendaraan lebih mudah dan cepat.
b. Lebih ringkas dan mudah digunakan dibandingkan dengan peta konvensional.
c. Mudah dilihat dengan menggunakan hp dimana saja.
Ø Kekurangan
a. Tingkat keakuratannya tidak selalu sama persis.
b. Pengguna cenderung bergantung pada GPS ketika berkendara, sehingga kurang waspada terhadap kondisi lalu lintas sekitarnya.
5. Gojek
Gojek menghimpun data untuk meningkatkan pengalaman pelanggan sekaligus mitranya. Selama masa pandemi ini misalnya, big data analytics software digunakan oleh Gojek untuk mengembangkan fitur contactless dalam pengiriman makanan agar dapat menerapkan sosial distancing. Selain itu, Gojek juga memberikan update bagi para driver, area mana saja yang tidak bisa dilewati karena PSBB. Dengan adanya gojek saya sebagai mahasiswa perantau yang belum memiliki kendaraan merasa sangat terbantu, karena bisa memesan berbagai macam makanan yang jaraknya cukup jauh dan pergi kemana saja ketempat yang ingin saya kunjungi tanpa khawatir tidak adanya angkutan umum di jam berapapun.
Ø Kelebihan
a. Jalan bisa sesuai petunjuk yang sudah diarahkan.
b. Driver mudah didapat.
c. Pembayaran bisa menggunakan gopay atau manual.
Ø Kekurangan
a. Pemesanan harus menggunakan internet dan aplikasi sering eror.
b. Driver kerap salah menerima informasi.
c. Tidak bisa pilah pilih driver yang sesuai keinginan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar